MALAS
Hari silih berganti meskipun selalu
saja dalam 1 Minggu hanya ada 7 hari. Mungkin ada sebagian orang yang
menganggap bahwa 7 hari saja masih kurang, karena lebih banyak kesibukan yang
ia jalani. Dan disisi lain masih banyak orang yang selalu saja menyepelekan
waktu hanya untuk bermalas-malasan. Orang yang bermalas-malasan cenderung tidak
banyak bersyukur, yang ia jalani dan lakukan setiap waktunya hanya mengeluh dan
berkhayal dimulai dengan andaikan……andaikan……dan andaikan.
Selain itu orang yang malas juga
cenderung tidak sabar dalam segala kegiatan apapun, karena apa? Mereka terbiasa
dengan diam sehingga sekalipun mereka sibuk pasti akan mudah lelah. Orang yang
seperti ini juga yang biasanya susah
bergaul dan tidak disenangi oleh orang lain baik keluarga ,teman, bahkan
lingkungan di sekitarnya.
Beda halnya dengan orang yang
benar-benar memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin , dilihat secara objektiv
mereka cenderung lebih menghargai orang lain, interaktiv dengan baik bahkan
dalam hal apapun lebih cekatan ,humble, dan dapat di andalkan.
Semua sifat manusia memanglah pasti
tak sama namun andaikan dalam diri kita selalu berusaha pasti semuanya akan
lebih baik. “ MALAS” satu kata yang
sangat sederhana namun hal yang sangat berpengaruh untuk kemajuan hidup kita,
jika Malas diagungkan, Bersiaplah dengan kehidupan yang tidak jauh lebih baik.
Mengapa saya memulai untuk menulis
seperti ini, saya hanya ingin melatih proses berpikir saya yang ditujukkan
bukan untuk orang lain, hanya saja untuk diri saya sendiri sebagai wujud untuk
bercermin dalam proses Metamorfosa diri menjadi lebih baik. Saya tidak
bermaksud ‘Merasa Bisa ‘tetapi saya ingin berlatih dengan ‘Bisa Merasa’ . Bisa
merasa yang orang lain rasakan melatih kepekaan atau rasa empati saya terhadap
orang lain, karena sebelum kita menghargai Sang Pencipta, kita harus bisa
menghargai sesama terlebih dahulu, dengan menghargai sesama itu sebagai dasar
wujud kita untuk menghargai Sang Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar